PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA KLASTER INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BERBASIS PADA PROSES BISNIS (Studi Kasus : Subama Batik, Kroya, Cilacap)

Qurotul A’yun, Amin Syukron, Ninik Agustin

Abstract


Kabupaten Cilacap mempunyai banyak IKM-UMKM salah satunya adalah kerajinan batik, batik merupakan seni gambar diatas kain untuk pakaian yang dibuat dengan teknis resist menggunakan material malam. Ditetapkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh badan PBB untuk kebudayaan UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 batik berkembang sangat pesat sehingga banyak IKM-UMKM yang mendirikan kerajinan batik, salah satunya adalah pengrajin batik di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap mendirikan Subama Batik sejak tahun 2013. Namun permasalahan yang dialami Subama Batik yaitu pemasaran dan SDM yang belum berjalan secara optimal, sehingga peneliti menilai penelitian ini penting dilakukan agar optimalisasi Subama Batik bisa lebih efektif, dan peran atau fungsi IKM-UMKM dapat menjadi salah satu modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan strategi untuk meningkatkan kinerja Subama Batik sehingga dapat menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa metode dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja, antara lain Manajemen Strategi, Analisis SWOT, BSC, CIMOSA, dan KPI. Berdasarkan implementasi dari kelima metode tersebut menghasilkan beberapa strategi antara lain: memperluas jaringan pemasaran, memanfaatkan skill untuk bersaing, membuat SOP.

Full Text:

PDF

References


Gulo. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo.

Tarmidi. (2003). Krisis Moneter Indonesia: Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran. Bulletin of Monetary Economics and Banking (Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan), 1(4), 1-25.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.